Cari Blog Ini

Minggu, 06 November 2011

Allah itu Maha Penyayang, Maha Pemurah, dan Maha Segalanya...

Beberapa waktu lalu saya bertemu dengan seorang nenek-nenek di Bus Ekonomi jurusan Purwokerto-Semarang via Kebumen. Waktu itu setelah bis yang saya tumpangi lewat terminal Tidar, Magelang, ada seorang nenek-nenek naik dan duduk di samping saya. Saya bertanya padanya-apakah dia sendirian? Dia tidak menjawab pertanyaan saya, tetapi dia jelaskan bahwa dirinya telah tersesat di Magelang dan tidak memiliki uang sepeserpun kemudian menyodorkan surat keterangan-maaf- "gelandangan" dari kepolisian Magelang.
Awalnya saya terkejut, lalu saya berpikir lagi ini tipuan atau sungguhan. Tapi setelah saya lihat surat tersebut nyatanya benar-itu menurut insting saya. Tertera dalam surat itu tanggal sekian-saya lupa-, bulan Agustus 2011. Tapi dalam benak saya, ini sudah bulan November. Kemudian saya tanya nenek itu sudah ada di Magelang sudah berapa lama. Katanya sudah tiga hari-dalam nenak saya nenek itu pasti sudah tua sekali hingga ingatannya kurang baik. Kemudian dia bercerita kalau dia sudah ada di Magelang sejak bulan puasa. DIa ikut rombungan pengajian dan mungkit tersesat. Anak-anaknya ada di Bengkulu dan dia mau ke Semarang untuk menemui saudaranya. Untunglah kernet bis yang saya tumpangi bersedia memberikan tumpangan gratis pada nenek-nenek tersebut.
Sungguh kasihan, dalam surat keterangan dari polisi tersebut juga tercantum bahwa si Nenek berasal dari Umbul Harjo, Yogyakarta. Nenek itu menguatkan dengan bercerita bahwa dia adlah korban letusan Merapi.
Yah.. Nek jika saya tidak ada kuliah hari Senin, dan tidak penakut saya ingin antarkan nenek ke tempat tujuan. Takut nenek kesasar lagi. Tapi saya tidak bisa saya hanya bisa berdoa kepada Allah Yng Maha Pengasih, Maha Pemurah dan pokoknya The Best akan menolong nenek. Maaf nek saya cuma bisa kasih roti tawar yang saya bawa dari rumah, takut nenek lapar di jalan.