Cari Blog Ini

Senin, 09 Januari 2012

Tokoh Filsafat Penginspirasi

Kalian tau Soren Aabye Kierkegaard??? Atau pernah membaca biografinya??? Atau hanya sekedar tahu ajarannya??? Di tulisan ini saya tidak akan membahas mengenai teori yang ia kemukakan atau kelemahan dan kelebihan dari pemikirannya itu. Saya akan menceritakan tentang kisah cintanya yang menurut saya  menakjubkan.
Kierkegaard dilahirkan di Kopenhagen, Denmark dalam sebuah keluarga kaya. Ibunya bernama Anne Sorensdatter Lund Kierkegaard dan ayanhya bernama Michael Pedersen. Ia merasa akan dan telah dikutuk ole Tuhan karena mengutuki nama Tuhannya di masa mudanya dan (munkin) menghamili ibunya di luar nikah dan ia merasa pantas menerima dosanya.
Ayah Kierkegaard meninggal pada usianya 82 tahun. Sebelum ayahnya meninggal  ia meminta agar Soren menjadi pendeta. Soren sangat terpengaruh pengalaman keagamaan dan kehidupan ayahnya dan merasa terbeban untuk memenuhi kehendaknya. Dua hari kemudian setelah kematian ayahnya, Kiekegaard menulis : “ Ayah meninggal dunia hari Rabu. Saya sungguh beharap bahwa ia dapat hidup beberapa tahun lebih lama lagi, dan saya menganggap kematiannya sebagai pengorbanan terakhir yang dibuatnya karena cinta kasihnya kepada saya, ia meninggal karena saya  agar bila mungkin saya masih dapat menjadi sesuatu. Dari semua yang telah saya warisi daripadanya, kenangan akan dia, potretnya dalam keadaan sangat berbeda (transfiured), sungguh berubah bagi saya dan saya akan berusaha untuk melestarikan (kenangannya) agar aman tersembunyi dari dunia. “ Dapat dibayangkan betapa Soren Kierkegaard menyayangi ayahnya. Dan Jiwanya yang religius membuatnya begitu mengormati ayahnya.
Dan sebuah kisah cinta Soren Kierkegaard dengan tunangannya Regine Olsen yang tidak berakhir bahagia padahal keduanya begitu mencintai satu sama lain. Kierkegaard bertemu denan Regine pada 8 Mei 1837 dan lansung tertarik padanya. Kierkegaard menulis  tentang cintanya kepada Regine : Engkau ratu hatiku yang tersimpan di lubuk hatiku yang terdalam, dalam kepenuhan pikiranku, di sana… ilahi yang tidak dikenal! Oh dapatkah aku sungguh-sungguh mempercayai dongeng-dongeng sang penyair, bahwa ketika seorang melihat sebuah objek cintanya, ia membayangkan bahwa ia sudah pernah melihatnya dahulu kala, bahwa semua cinta seperti halnya semua pengetahuan adalah kenangan semata, bahwa cinta pun mempunyai nubuat-nubuatnya dalam diri pribadi… tampaknya bagiku bahwa aku harus memiliki kecantikan dari semua gadis agar dapat menandingi kecantikanmu, Bahwa aku arus mengelilingi dunia untuk menemukan tempat yang tidak ku miliki dan yang merupakan misteri terdalam dari keseluruhan keberadaanku yang mengarah ke depan dan pada saat berikutnya engkau begitu dekat kepadaku, mengisi jiwaku dengan begitu dasyat sehingga aku berubah, bagi diriku sendiri dan merasakan sungguh nikmat berada di sini.
Sungguh sebuah tulisan yang penuh arti dengan pengetahuan sebagai hiasannya.
Kemudian pada 8 September 1840, Kierkegaard meminang Regine. Namun Kierkegaard merasa kecewa dan melankolis tentang pernikahan. Kurang dari setahun setelah pinangannya, ia memutuskan Regine. Kierkegaard menyebutkan keyakinannya bahwa sifat “melankolisnya” membuatnya tidak cocok untuk menikah. Keduanya sebenarnya saling mencintai, Bahkan setelah Regine menikah dengan seorang tokoh terkemuka. Pertemuan mereka hanya terbatas pada pertemuan kebetulan di jalan Kopenhagen. Namun, beberapa tahun kemudian Kierkegaard mencoba untuk meminta izin suami Regine untuk berbicara dengan Regine namun ditolak oleh suami Regine. Tak lama kemudian Regine dan suaminya meninggalkan Denmark karena penugasan kerja suami Regine menjadi gubernur di hindia Barat Denmark. Sayangnya ketika Regine kembali ke Denmark, Kierkegaard telah meninggal dunia. Setelah keduanya meninggal Kierkegaard dan Regine dimakamkan secara berdampingan di Pemakaman Assistens di Kopenaghen.
Kisah cinta sejati yang tak dapat bersatu di dunia fana ini… ya itu Cuma sepenggal kisah yang ada di dunia ini.  Padahal jika kalian tahu apa ajaran dari Kierkegaard sendiri , mungkin kalian akan berpendapat sama seperti saya. Bahwa Kierkegaard sendiri tidak menjalankan pemkirannya untuk selalu “menjadi”. Manusia dianjurkan untuk terus berusaha menjadikan suatu cita-cita menjadi kenyataan. Tapi mengapa Soren A. Kierkegaard yang begitu mencintai Regine menyerah begitu saja untuk mempertahankan kebersamaan mereka, Padahal mereka saling mencintai. Mungkin ada faktor lain yang membuat Kierkegaard memutuskan hubungan mereka. Kierkegaard takut akan menyakiti Regine suatu saat jika mereka bersama.  Namun penyesalan yang akhirnya mereka rasakan (kataku si… soalnya sulit untuk bertemu meski masih saling mencintai).  So… belum jodohnya!!! J