Cari Blog Ini

Minggu, 26 Februari 2012

LIBURAN


Liburan telah berlalu. Waktu satu setengah bulan rasanya cepat sekali. Karena banyak peristiwa yang telah ku alami selama itu. Dari mulai kumpul dengan keluarga dan bercanda dengan keponakan-keponakanku yang lucu-lucu dan menggemaskan meski melelahkan harus mengasuh mereka selama siangku di rumah.
Selain itu, berkumpul dengan teman-teman baru dari IMAKE (Ikatan Mahasiswa Kebumen) yang mengasikkan. Ada acara senang-senang, ada pula acara berbakti pada masyarakat. Seperti sosialisasi UNDIP, Polinnes, dan Politekkes ke SMA-SMA maupun SMK. Aku merasa menjadi manusia berguna saat mampu member informasi mengenai apa itu “kuliah”, bagaimana caranya masuk perguruan tinggi negeri, begaimana caranya mendapatkan beasiswa, dan masih banyak lagi yang adik-adik SMA tanyakan kepada kami yang sekarang sudah jadi anak kuliahan.
Ini salah satu foto yang diambil saat kami sosialisasi ke SMA Negeri 1 Kebumen

Selain itu di IMAKE kita juga agendakan acara untuk lebih dekat dengan masyarakat sekitar Kebumen. Seperti acara terakhir kemarin, IMAKE mengadakan acara penyuluhan cuci tangan dan sikat gigi kepada anak-anak SD kelas 1 dan 2 di Kecamatan Sruweng. Selain itu IMAKE  juga melakukan bakti sosial dengan mengecet ulang mushollah di dekat rumah salah satu anggota kami. Namanya Fariz.
Itu lah IMAKE, meski kata orang kami hanya mengadakan acara-acara hedonis _ya.. sebenarnya sedikit iya, tapi kami kan juga manusia yang butuh hiburan juga dan hiburan untuk kami paling hanya jalan-jalan bersama ke tempat wisata yang dekat atau hanya sekedar makan mie ayam bersama_ tapi di balik itu semua kami berusaha untuk berbakti pada masyarakat. Contohnya ya, acara tadi.

                           Itu semua baru beberapa foto kami. Foto di atas itu diambil saat kami selesai sosialisasi di SMA Negeri 1 Klirong.

Nah ini fotonya, sosialisasi di SMA Negeri 1 Klirong.

Gimana.. keren kan??? Kami bukan sekedar kumpulan tapi kami ini paguyuban yang ingin berguna bagi masyarakat umum khususnya masyarakat Kabupaten Kebumen, daerah asal kami.  Dari mulai Kebumen bagian timur seperti Prembun, Mirit, Tersobo, Ungaran, Kutowinangun, sampai Kebumen daerah barat semua bersatu menjadi IMAKE.
Semoga kedepannya IMAKE dapat lebih berbakti pada masyarakat dan semakin jaya.

IMAKE JAYA

Senin, 09 Januari 2012

Tokoh Filsafat Penginspirasi

Kalian tau Soren Aabye Kierkegaard??? Atau pernah membaca biografinya??? Atau hanya sekedar tahu ajarannya??? Di tulisan ini saya tidak akan membahas mengenai teori yang ia kemukakan atau kelemahan dan kelebihan dari pemikirannya itu. Saya akan menceritakan tentang kisah cintanya yang menurut saya  menakjubkan.
Kierkegaard dilahirkan di Kopenhagen, Denmark dalam sebuah keluarga kaya. Ibunya bernama Anne Sorensdatter Lund Kierkegaard dan ayanhya bernama Michael Pedersen. Ia merasa akan dan telah dikutuk ole Tuhan karena mengutuki nama Tuhannya di masa mudanya dan (munkin) menghamili ibunya di luar nikah dan ia merasa pantas menerima dosanya.
Ayah Kierkegaard meninggal pada usianya 82 tahun. Sebelum ayahnya meninggal  ia meminta agar Soren menjadi pendeta. Soren sangat terpengaruh pengalaman keagamaan dan kehidupan ayahnya dan merasa terbeban untuk memenuhi kehendaknya. Dua hari kemudian setelah kematian ayahnya, Kiekegaard menulis : “ Ayah meninggal dunia hari Rabu. Saya sungguh beharap bahwa ia dapat hidup beberapa tahun lebih lama lagi, dan saya menganggap kematiannya sebagai pengorbanan terakhir yang dibuatnya karena cinta kasihnya kepada saya, ia meninggal karena saya  agar bila mungkin saya masih dapat menjadi sesuatu. Dari semua yang telah saya warisi daripadanya, kenangan akan dia, potretnya dalam keadaan sangat berbeda (transfiured), sungguh berubah bagi saya dan saya akan berusaha untuk melestarikan (kenangannya) agar aman tersembunyi dari dunia. “ Dapat dibayangkan betapa Soren Kierkegaard menyayangi ayahnya. Dan Jiwanya yang religius membuatnya begitu mengormati ayahnya.
Dan sebuah kisah cinta Soren Kierkegaard dengan tunangannya Regine Olsen yang tidak berakhir bahagia padahal keduanya begitu mencintai satu sama lain. Kierkegaard bertemu denan Regine pada 8 Mei 1837 dan lansung tertarik padanya. Kierkegaard menulis  tentang cintanya kepada Regine : Engkau ratu hatiku yang tersimpan di lubuk hatiku yang terdalam, dalam kepenuhan pikiranku, di sana… ilahi yang tidak dikenal! Oh dapatkah aku sungguh-sungguh mempercayai dongeng-dongeng sang penyair, bahwa ketika seorang melihat sebuah objek cintanya, ia membayangkan bahwa ia sudah pernah melihatnya dahulu kala, bahwa semua cinta seperti halnya semua pengetahuan adalah kenangan semata, bahwa cinta pun mempunyai nubuat-nubuatnya dalam diri pribadi… tampaknya bagiku bahwa aku harus memiliki kecantikan dari semua gadis agar dapat menandingi kecantikanmu, Bahwa aku arus mengelilingi dunia untuk menemukan tempat yang tidak ku miliki dan yang merupakan misteri terdalam dari keseluruhan keberadaanku yang mengarah ke depan dan pada saat berikutnya engkau begitu dekat kepadaku, mengisi jiwaku dengan begitu dasyat sehingga aku berubah, bagi diriku sendiri dan merasakan sungguh nikmat berada di sini.
Sungguh sebuah tulisan yang penuh arti dengan pengetahuan sebagai hiasannya.
Kemudian pada 8 September 1840, Kierkegaard meminang Regine. Namun Kierkegaard merasa kecewa dan melankolis tentang pernikahan. Kurang dari setahun setelah pinangannya, ia memutuskan Regine. Kierkegaard menyebutkan keyakinannya bahwa sifat “melankolisnya” membuatnya tidak cocok untuk menikah. Keduanya sebenarnya saling mencintai, Bahkan setelah Regine menikah dengan seorang tokoh terkemuka. Pertemuan mereka hanya terbatas pada pertemuan kebetulan di jalan Kopenhagen. Namun, beberapa tahun kemudian Kierkegaard mencoba untuk meminta izin suami Regine untuk berbicara dengan Regine namun ditolak oleh suami Regine. Tak lama kemudian Regine dan suaminya meninggalkan Denmark karena penugasan kerja suami Regine menjadi gubernur di hindia Barat Denmark. Sayangnya ketika Regine kembali ke Denmark, Kierkegaard telah meninggal dunia. Setelah keduanya meninggal Kierkegaard dan Regine dimakamkan secara berdampingan di Pemakaman Assistens di Kopenaghen.
Kisah cinta sejati yang tak dapat bersatu di dunia fana ini… ya itu Cuma sepenggal kisah yang ada di dunia ini.  Padahal jika kalian tahu apa ajaran dari Kierkegaard sendiri , mungkin kalian akan berpendapat sama seperti saya. Bahwa Kierkegaard sendiri tidak menjalankan pemkirannya untuk selalu “menjadi”. Manusia dianjurkan untuk terus berusaha menjadikan suatu cita-cita menjadi kenyataan. Tapi mengapa Soren A. Kierkegaard yang begitu mencintai Regine menyerah begitu saja untuk mempertahankan kebersamaan mereka, Padahal mereka saling mencintai. Mungkin ada faktor lain yang membuat Kierkegaard memutuskan hubungan mereka. Kierkegaard takut akan menyakiti Regine suatu saat jika mereka bersama.  Namun penyesalan yang akhirnya mereka rasakan (kataku si… soalnya sulit untuk bertemu meski masih saling mencintai).  So… belum jodohnya!!! J