Aku galau saat ini, karena dia. Sang Bumi baru yang selalu melindungiku hadir. Tapi aku tak yakin, apakah dia benar-benar sang Bumi ???
Sejak awal mengenalnya, seolah-olah dia bersikap berbeda padaku. Betapa perhatiannya padaku. Ia seperti abangku. Semakin lama kita semakin sering bertemu, ia hafal namaku, ia tahu aku, ia perhatikan aku. Semakin lama aku merasa menemukan ayah baru, yang mampu melindungiku.
Saat itu, dia begitu berusaha melindungiku, membuatku nyaman selama perjalanan. Dari pertemuan tak disengaja itu, perasaanku padanya semakin kuat. Dia biarkan aku terlelap melupakan kekhawatiran. Dia melihat tingkah konyol ku yang sebenarnya tak patut orang lain tahu. Apa lagi dia. Tingkah konyol yang tak kusadari ketika ku terlelap, yang telah menjadi ciri khasku, yang tak disengaja, yang membuatku kesakitan setiap perjalanan. Ee J
Aku tersenyum sendiri mengingatnya. Kemudian suatu hal terjadi, aku terpaksa pulang bersamanya setelah menjalankan tugas kami. Karena terbatasnya mentalku untuk melaju jauh sendiri. m,,, saat itu terjadi aku tak merasakan apa-apa, hanya canggung dan malu. Tapi mengapa setelah itu berlalu beberapa menit saja, jantungku berdetak cepat tak mampu melupakannya dalam pikiranku. Ditambah sebelum kami pulang bersama, ada seseorang yang bilang dia menatapku tapi aku tak tahu. Aku hanya mendengarnya saja, dan aku berpura-pura tak tahu. Apakah semua itu benar??? Ataukah semuanya hanya kebetulan??? Sejak saat itu aku tak mampu melupakannya.
Aku takut. Aku takut. Aku takut. Semua ini akan sama seperti dulu. Aku tak mau sakit lagi, aku takut setelah aku merasakan semuanya begitu bahagia ternyata dia tidak. Aku takut aku sakit lagi. Cukup satu kali saja. Aku tak ingin masuk perangkap sendiri lagi. Namun mengapa kejadian-kejadian bersamanya terus terbayang dan tiap kali itu terjadi jantung ku berubah berdetak lebih cepat dan rasanya kini sakit sekali... seakan jantungku mendesak untuk keluar Aku tak ingin sakit lagi.
Aku ingin semua ini untuk masa depan saja, aku ingin matahari tetap yang menjadi sinar hidupku. Selama dia jauh, dia aman bagiku, aku tatap bisa memegang erat targetku. Angin telah berlalu, namun setelah angin berlalu aku melihat sang Bumi baru. Akankah dia tahu???
Tidak ada komentar:
Posting Komentar