Cari Blog Ini

Selasa, 20 Desember 2011

Inilah hasil observasi amat sederhana saya kepada keponakan saya sendiri

  • 1.      Tidur
Waktu yang digunakan oleh balita ini untuk tidur yaitu sekitar 13-14 jam dalam satu hari. Kondisi tersebut telah sesuai dengan waktu tidur yang dibutuhkan balita seumurnya. Meskipun dalam prosesnya balita ini sulit untuk diajak tidur karena ketertarikannya pada dunia luar yang sedang besar-besarnya membuat ia ingin terus bermain.
Waktu tidurnya terbagi menjadi dua yaitu tidur malam dan tidur siang. Untuk malam hari balita ini tidur sekitar 10 jam dari pukul 19.00 WIB hingga 05.00 WIB. Pada saat ia tertidur terlihat kondisi REM terjadi yaitu saat 3 jam pertama ia tertidur. Matanya yang sedikit terbuka bergerak-gerak mengikuti gerakan objek di depannya. Dan dalam waktu tidur malamnya sering diselingi dengan susu. Ketika pukul 11 malam dan pukul 3 pagi. Kondisi ini sudah menjadi kebiasaan sehingga sang ibu sudah hafal dan tidak kesulitan untuk memenuhi keinginan si anak.
Sementara waktu tidur siangnya, balita ini menghabiskan waktu sekitar 3-4 jam. Itu pun bila ia mau tidur. Terkadang sulit sekali mengajaknya untuk tidur siang. Balita ini sangat aktif, dia ingin terus bermain dengan segala sesuatu yang ada. Namun mainan favoritnya adalah mobil-mobilan.
Sejak kecil ia telah tidur berdua dengan ibunya dan tidak pernah terjadi SIDS, justru hal tersebut membuat balita ini semakin dekat dengan ibunya yang siang hari bekerja.





  • 2.      Saat Bangun Tidur
Bangun tidur untuk balita ini adalah sekitar pukul 05.00 pagi sementara siang tidak dapat dipastikan Karena untuk tidur siang balita ini sangat sulit. Ketika ia terbangun dari tidurnya di pagi hari biasanya dimulai dengan merengek untuk dibuatkan susu botol (sejak umur tiga bulan balita ini sudah tidak mau minum asi ibunya lagi karena sering ditinggal keluar kota oleh ibunya sejak umur 1,5 bulan). Setelah keinginannya terkabulkan jika sudah waktunya ia bangun, ia akan bermain dengan boneka kura-kuranya atau mengoceh membangunkan anggota keluara lain atau becanda dengan orang tuanya.
Sedangkan jika ia bangun dari tidur siangnya kerap ia terbangun sendiri dan pergi mencari orang lain yang ada (mencari teman).


  • 3.      Saat Mandi
Ketika akan mandi balita ini sangat senang. Karena ia suka bermain air. Ia mengerti jika telah diperintah untuk membuka baju (dibukakan) berarti ia akan mandi dan bermain air. Ketika bajunya dibuka ia berkata “mandi,mandi” dengan gaya bicaranya yang belum jelas. Kondisi ini mencerminkan bahwa aspek kognisinya telah berkembang sesuai tugas perkembangan balita seusianya, yaitu telah meningkatnya pengertian/konsep. Dalam kasus ini konsep yang di pahami adalah mandi.


  • 4.      Makan
Balita pada umur-umur 1-2 tahun bahkan hingga 5 tahun hambatan yang sama terjadi pada saat ia makan. Kebanyakan dari mereka sulit makan atau makan sembari diemut. Jika sudah begitu orang tua menjadi kesal dan marah-marah sendiri. Beitu juga yang terjadi dengan balita ini. Namun ia termasuk kategori yang tidak terlalu sulit makan dan ia tidak suka mengemut makanannya, hanya saja ia sering memilih-milih makanan mana yang ia suka. Untunglah banyak makanan yang ia sukai, jadi tidak terlalu sulit untuk memberinya makan.
Akan tetapi beberapa waktu yang lalu diceritakan oleh ibunya bahwa ia tidak mau makan apa-apa karena giginya yang akan tumbuh membuat gusinya sakit bila terkena makanan. Namun setelah giginya tumbuh ia kembali dapat makan seperti biasanya.
Dalam waktu makannya, balita ini makan 3 kali dalam satu hari. Di pagi hari ia diberi bubur nasi atau makanan-makanan lain yang mudah dicerna. Kemudian makan siang sekitar pukul 1 siang dan makan sore setelah mandi sekitar pukul 4-5 sore. Ketika makan ia ingin memegang sendoknya sendiri dan memasukkan ke mulutnya sendok beserta makannya. Namun karena belum matang funsi fisioloisnya ia belum mampu secara sempurna memegang sendok dan memasukkannya ke mulutnya tanpa makanan itu tercecer di lantai.
Selain makanan pokok, balita ini juga suka makanan camilan seperti biskuit dan roti. Ibunya telah menyediakan makanan camilan ketika ia lapar namun belum waktunya ia untuk makan. Dalam memberi makanan sang ibu telah melatihnya untuk memegan sendiri makanannya, seperti menggunakan tangan kanan ketika makan. Selain itu ibunya juga telah melatih balita ini untuk minum dari gelas sendiri tanpa bantuan orang lain.


  • 5.      Mengantuk
Ketika mengantuk balita ini sering rewel. Terjadi konflik dalam dirinya, sebenarnya ia masih ingin bermain namun rasanya terlalu lelah dan ingin tidur. hal ini yang sering membuat orang dewasa kesulitan. Diajak untuk tidur ia tidak mau tetapi jika dibiarkan ia terus saja merengek.
Akhirnya solusi untuk balita ini adalah dengan memberinya susu. Karena ia sangat suka dengan susu, hingga hal ini menjadi kebiasaan. Jika si anak sudah terlihat mengantuk sang ibu siap membuatkannya susu agar si anak tidak rewel dan dapat lansung tertidur. Biasanya ia tidur dengan ditemani ibunya atau neneknya. Ia sudah dapat memanggil orang yang ingin ia ajak tidur bersama, seperti ayahnya, ibunya atau nenek kakeknya.




  • 6.      Sakit
Ketika sakit balita ini sangat rewel. Makan pun ia sulit. Selain itu sifatnya berubah menjadi sangat manja ketika ia sakit. Waktunya untuk tidurpun berkurang karena badannya yang tidak enak membuat ia sulit untuk tidur nyenyak. Semua itu menjadi sangat sulilt bagi orang tuanya dan pengasuhnya untuk membuatnya merasa lebih baik. Terutama ketika malam hari, balita ini akan menjadi sangat rewel ketika sakit. Ia sulit untuk tidur meskipun sudah ditimang-timang oleh ibunya. Bila itu belum berhasil membuatnya tertidur, nenek atau kakeknya akan bertindak untuk menimangnya. Akan tetapi pada siang harinya balita ini akan beraktivitas seperti biasa layaknya ia tidak sakit (bila sakitnya tidak terlalu parah). Meskipun orang tuanya telah berupaya aagr si anak tidak kelelahan karena ia sedang sakit, tetap saja si anak terus aktif bermain tanpa memedulikan kondisi badannya. Alhasil malamnya menjadi pelampiasan akan lelahnya kegiatan di siang hari.
Balita ini memang tergolong mudah sakit, namun masih sakit yang ringan seperti flu atau batuk. hal tersebut dikarenakan ia tidak mendapatkan asupan ASI yang cukup ketika ia masih bayi meskipun asupan susu formulanya termasuk banyak. Dan telah terbukti bahwa ASI memang susu terbaik bagi bayi dan ASI tidak dapat digantikan dengan susu formula apapun.



KESIMPULAN



Dari observasi yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa balita sebagai objek observasi disini telah memenuhi beberapa aspek dari tugas perkembangan masa awal kanak-kanak. Tugas perkembangan masa kanak-kanak awal itu sendiri yaitu :
      Perkembangan fisik                             : proporsi, posture, tulang-otot,lemak
      Kebiasaan fisiologis
      Pengembangan kognitif     : meningkatnya pengertian/konsep
      Keterampilan Sosial                                   : emosi dan perilaku sosial/asosial, berteman, disiplin, peran seks, minat.
Dalam observasi kali ini hanya dapat dilihat beberapa tugas perkembangan kanak-kanak awal saja. Seperti pemahaman akan konsep, perkembangan fisik dan keterampilan sosialnya. Sementara yang lain tidak dapat terlihat dari observasi sederhana  kali ini.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar